Pilih Laman

Setoran deposito per bulan jumlahnya tergantung dari masing-masing bank. Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang hanya dapat dicairkan saat tertentu saja dan dengan syarat-syarat yang mengikat. Dibandingkan tabungan biasa, deposito menawarkan bunga lebih tinggi. Oleh karena itu, deposito sangat cocok dijadikan alat investasi bagi orang yang terbiasa boros maupun ibu rumah tangga yang sulit menyisihkan uang.

Ketentuan Setoran Deposito per Bulan dan Bagaimana Menghitung Keuntungan Bunga Deposito

Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa besaran setoran deposito per bulan antara bank satu dengan lainnya tidaklah sama. Sebelum menentukan memilih deposito dari bank yang mana, kita diharuskan mencari informasi detail mengenai nominal setoran deposito per bulan, besaran bunga, dan prosentase pajak yang kelak dibayarkan.

Masa jatuh tempo deposito itu bermacam-macam ada yang 1,3,6,12, hingga 24 bulan. Anda bisa pilih yang paling pas dengan tujuan. Disarankan memilih jangka waktu paling pendek jika tujuan kita melakukan investasi adalah sebagai dana darurat. Lain halnya apabila kita memang sudah berniat membuka deposito sebagai investasi jangka panjang. Jika tujuannya demikian tak ada salahnya memilih deposito dengan waktu yang paling lama. Hal ini dikarenakan kian lama tenor, maka akan makin besar juga bunga yang diperoleh.

Baca juga : Cara Memutar Uang dengan Emas Agar Untung Berlimpah

Lantas, bagaimana sebetulnya cara menghitung bunga deposito per bulan? Kendati tiap bank memiliki aturan yang berbeda-beda terkait produk deposito mereka, tetapi kita bisa melakukan simulasi atau perkiraan berapa bunga dan pajak yang harus dibayarkan tatkala mengambil produk investasi yang satu ini.

Rumus menghitung keuntungan bunga deposito adalah sebagai berikut:

  • Suku bunga deposito X nominal uang yang ditanamkan X hari/365

Rumus mengitung pajak deposito adalah sebagai berikut:

  • Tarif pajak X bunga deposito

Rumus menghitung pendapatan bersih adalah sebagai berikut:

  • Nominal investasi+(Bunga deposito-Pajak)

Jadi, jika sebulah kita mendepositokan Rp100.000.000,00 dengan tenor 12 bulan, ketentuan bunga yaitu 5% dan pajaknya 20%. Maka jika dihitung menggunakan rumus di atas akan jadi seperti ini.

  • Keuntungan bunga deposito: 5% x Rp100.000.000 x 360/ 365 = Rp4.931.506, 849
  • Pajak deposito: 20% x Rp41.666,667 = Rp986.301,369
  • Pendapatan bersih: Rp4.931.506, 849 – Rp986.301,369 = Rp3.945.205,48

Besarnya Setoran deposito perbulan

Ciri-ciri Deposito

Setiap instrumen investasi pastinya mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan produk bank lainnya. Begitu pula dengan deposito. Ciri-ciri deposito harus kita ketahui sehingga bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan investasi terbaik. Lantas, apa sajakah ciri khas deposito itu?

Setoran Minimal

Sama halnya ketika pertama kali membuka rekening di bank, kita akan mendapati adanya ketentuan setoran minimal. Informasi keuangan seputar tabungan biasa setoran minimal umumnya tidak besar. Hanya dengan beberapa ratus ribu, Anda sudah terdaftar sebagai nasabah bank tersebut. Setoran minimal  Informasi keuangan

Inilah yang membedakan dengan deposito yang jumlah setoran minimal di awal umumnya adalah 5-jutaan, tergantung kebijakan tiap-tiap bank. Setoran deposito per bulan juga demikian. Tidak sama antara bank satu dengan lainnya. Inilah pentingnya mencari tahu terlebih dahulu sebelum memilih produk deposito suatu bank. Pastikan setoran deposito per bulan sesuai dengan kemampuan dan jumlah pendapatan kita.

Baca juga : Tips Mengatur Gaji Suami 2 Juta Supaya Tetap Cukup Sampai Akhir

Bunga Deposito

Fakta bahwa bunga deposito jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa menjadi salah satu hal yang sangat menarik. Tidak mengherankan, ya. Sebab deposito merupakan sejenis tabungan rencana yang ditentukan jangka waktu pencairannya. Dengan kata lain produk investasi ini punya limit dan tak bisa diambil sewaktu-waktu atau kita bakal dikenakan denda penalti yang cukup besar.

 

Jangka Waktu

Deposito mempunyai jangka waktu simpanan mulai dari 1,3,6,12, sampai 24 bulan. Nah, sebelum kita menentukan pilihan jangka waktu deposito, tetapkan lebih dahulu tujuan kita membeli produk investasi satu ini. Ya, sebenarnya untuk apa kita menyimpan uang dalam bentuk deposito?

 

Sebutlah kita ingin deposito ini menjadi dana darurat yang dapat diambil dengan cepat. Maka pilihlah jangka waktu terpendek. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi apabila kita benar-benar butuh dana dalam waktu dekat. Jadi, tak akan susah mengambil dana yang disimpan dalam bentuk deposito.

Baca juga : 15 Toko Bunga Papan di Solo

Bayangkan apabila kita bertujuan menjadikan deposito sebagai dana darurat, tetapi memilih jangka waktu panjang. Akan sulit mengambilnya sesegera mungkin karena berakibat terkena denda seperti yang disebutkan dalam poin sebelumnya.

Adanya limit atau batas waktu deposito ini bisa menjadi semacam rem bagi seseorang yang selama ini sulit menabung dan cenderung boros, sebab kita seolah dipaksa menyisihkan sejumlah uang tiap bulannya.

 

Risiko Rendah

Kenapa deposito disebut sebagai produk simpanan atau investasi yang memiliki risiko rendah? Hal ini dikarenakan deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. LPS hanya akan menjamin deposito yang jumlahnya kurang dari  2 miliar dengan suku bunga maksimal adalah 7,5%. Sementara apabila dana yang kita punyai lewat dari 2 miliar dengan suku bunga juga melampaui presentase, pihak LPS tidak akan memberikan jaminan terhadap dana yang Anda depositokan.

 

Waktu Pencairan

Sebetulnya ini sudah masuk dalam pembahasan sebelumnya, tetapi supaya lebih jelas kembali kita bahas waktu pencairan. Dana yang kita depositokan tak dapat diambil seenaknya. Terdapat limit yang harus diperhatikan. Jadi, kita diwajibkan menunggu sampai tiba waktunya (sesuai dengan jangka waktu deposito yang dipilih di awal) untuk bisa melakukan pencairan dana.

 

Dapat Digunakan Sebagai Jaminan

Apakah deposito dapat digunakan sebagai jaminan? Jawabannya tergantung kebijakan dari masing-masing bank. Perlu diketahui bahwa tidak semua bank menerima jaminan berupa deposito. Kendati begitu, deposito adalah alternatif jaminan selain aset seperti surat tanah, rumah, atau kendaraan bermotor. Informasi yang harus dicari tahu adalah mengenai bank mana saja yang menerima jaminan berupa deposito ini.

Baca juga : Kurban Kambing untuk Berapa Orang? Berikut Penjelasannya!

Temasuk Produk Kena Pajak

Bagi pemula yang baru menjajal instrumen investasi yang satu ini, mungkin belum tahu bahwa deposito termasuk produk kena pajak. Ini artinya keuntungan bersih baru bisa kita peroleh apabila sudah dipotong pajak yang jumlahnya bisa mencapai 20%. Tampaknya sangat besar, kan? Namun, tenang saja sebab masih ada sisa 80% pendapatan bersih yang bakal diterima.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai deposito, termasuk setoran deposito per bulan, bunga, dan pajak yang wajib dibayarkan sebelum menerima keuntungan bersih. Kendati tergolong minim risiko karena adanya jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan, kita tetap harus cermat ketika menentukan jangka waktunya.

Deposito ini sangat pas bagi orang yang merasa kesulitan ketika harus menyimpan uang atau terbiasa gaya hidup boros. Dengan memilih instrumen investasi berupa deposito, kita dipaksa merombak pengaturan keuangan dan wajib menyisihkan sekian persen dari gaji untuk dialokasikan sebagai setoran deposito per bulan. Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dalam bentuk deposito?

 

Sumber referensi:

https://www.cermati.com/

https://www.kompas.com/

 

 

Intellifluence Trusted Blogger