Pilih Laman

Apa saja usaha sampingan anak kuliahan? Bagaimana mengatur waktu kuliah dan kerja sambilan? Mari kita bahas satu per satu, sehingga kita bisa mendapat gambaran plus-minusnya, keuntungan dan kerugian bagi mahasiswa yang memliki pekerjaan sampingan.

Mengatur Waktu Pengelolaan Usaha Sampingan Anak Kuliahan

Status utamanya adalah mahasiswa, maka kesibukan di kampus dengan perkuliahan adalah kegiatan utamanya. Tidak seperti anak SMA, anak kuliahan sudah lebih banyak waktu luang. Tidak setiap hari masuk kuliah, tidak setiap saat ada tugas yang harus segera dikumpulkan. Kondisi ini yang membuat mahasiswa atau mahasiswi memiliki lebih banyak waktu kosong. Supaya tidak terbuang percuma, maka waktu luang ni dimanfaatkan untuk menambah uang saku, lumayan, kan?

Apa Saja Usaha Sampingan Anak Kuliahan?

Banyak pilihan yang ditawarkan bagi anak kulihan yang ingin menambah tabungan atau memiliki penghasilan sendiri.

1. Jualan Online

Ini yang paling umum dilakukan oleh mahasiswa, membuka usaha online. Barang yang dijual bisa beragam, mulai makanan, pakaian, assesoris, atau pernak-pernik unik. Barang yang dijual, bisa hasil karya sendiri atau patungan dengan teman.

2. Menjadi Reseller atau Dropshipper

Sedikit lebih mudah dari berjualan online adalah menjadi reseller atau dropshipper. Biasanya hanya butuh modal handphone dan jaringan pertemanan. Foto produk dan barang dagangan sudah disediakan oleh toko atau brand. Reseller atau dropshipper hanya bertugas memasarkan. Sedangkan pengemasan dan pengiriman bisa dilakukan oleh pemilik barang.

3. Menjadi guru privat

Usaha sampingan anak kuliahan yang related adalah menjadi guru privat. Bisa guru privat anak SD, SMP atau SMA. Pelajaran umum anak sekolah yang pasti cukup dikuasai oleh anak kuliahan.

4. Mengajar di Bimbel

Sedikit berbeda dengan menjadi guru privat, Usaha sampingan anak kuliahan yang ini perlu mendaftar di lembaga bimbingan belajar.

5. Membuka Jasa Pengetikan

Daripada gabut dan komputer sering nganggur setelah selesai nugas, anak kuliahan bisa membuka jasa pengetikan, loh.

6. Menjadi Freelancer

Sesuaikan dengan hobi atau jurusan kuliah, mahasiswa bisa menjadi freelancer atau pekerja lepas. Sebagai contoh pembuat video iklan, ikut dalam tim pemasaran dari launching sebuah produk, atau menjadi penulis lepas di majalah atau koran.

7. Magang di Kantor Konsultan

Lebih serius dari pekerjaan-pekerjaan sampingan sebelumnya, anak kuliahan bisa mulai mencoba dunia kerja yang mungkin akan digeluti setelah lulus nanti. Bagi mahasiswa jurusan Fakultas Hukum, bisa magang di kantor Notaris. Atau ikut terlibat dalam sebuah biro konsultasi nagi mahasiswa Fakultas Psikologi.

 

Well, apapun pilihan pekerjaan sampingan bagi mahasiswa, yang terpenting adalah tidak meninggalkan kuliah atau tugas dari dosen. Sejatinya saat ini kamu sudah memiliki pekerjaan utama yang membutuhkan banyak piliran dan tenaga, yaitu sebagai mahasiswa.

Intellifluence Trusted Blogger