Pilih Laman

Hari Jum’at, sekitar pukul 10.30, Didi sudah rapi jali. Mahasiswa semester dua ini sedang bersiap menuju masjid untuk melaksanakan sholat Jum’at. Matanya melirik aplikasi di ponsel yang sedari tadi dibukanya, lalu mendongak ke arah jam dinding. Ponsel bergetar pelan dan dari layar muncul notifikasi “Adzan Dhuhur”. Bergegas Didi mengambil sajadah dan dengan cepat berjalan menuju masjid. Dengan penuh semangat ia menjawab panggilan Tuhannya untuk sholat Jumat.

Didi memang tidak mendengar apa yang disampaikan ustadz dalam khutbah Jumat, tetapi ia tahu bahwa ibadah satu pekan sekali itu wajib bagi kaum laki-laki. Jadi meskipun tidak semua rangkaian ibadah tuntas ia kerjakan (mendengarkan khutbah), Didi tetap melakukan ketaatan.

Lalu bagaimana cara Didi melaksanakan sholat fardu sehari-hari? Untuk gerakan sholat, mungkin akan dengan mudah diikuti, tetapai bagaimana dengan bacaan sholat? Orangtuanya menulis bacaan sholat dalam kertas berukuran besar. Hal ini dilakukan sejak Didi mulai belajar sholat dengan benar, sekitar kelas 4 SD. Pada awalnya Didi memvaca tulisan itu ketika sholat. Seiring berjalannya waktu, ia mulai hapal bacaan rukuk, sujud, dan bacaan lain yang lebih panjang.

Manfaat internet bagi mahasiswa tuli belajar sholat

Manfaat Internet bagi Mahasiswa Tuli Seperti Didi

Mahasiswa Tuli? Iya, benar. Didi tercatat menjadi mahasiswa Fakultas Seni Rupa Murni Universitas Sebelas Maret Sukarta sejak tahun 2021 lalu. Ia lolos seleksi SBMPTN pada pilihan pertama, Program Studi Seni Rupa Murni.

Bicara manfaat internet bagi mahasiswa, rasanya bisa tanpa batas, ya? Dengan bantuan internet, mahasiwa bisa mendapat informasi semua hal yang berkaitan dengan kuliah. Sejak mendaftar, mengirim berkas pendaftaran, hingga pengumuman dilaksanakan secara online, dengan bantuan internet. Selanjutnya bisa dibayangkan betapa internet seperti tidak dapat dipisahkan dari kuliah itu sendiri.

Bagaimana Didi Menjalani Perkuliahan Sehari-hari?

Pada awal masa kuliah, pembatasan di masa pandemi Covid.19 masih berlaku. Masa orientasi Mahasiswa Baru dilaksanakan secara daring. Demikian juga perkuliahan di awal-awal semester.  Jika normalnya mahasiswa kuliah berpindah dari ruang satu ke ruang lainnya sesuai jadwal, kali ini mereka berpindah dari link Zoom satu ke link lainnya. Didi yang sehari-hari berkomunikasi dengan membaca gerak bibir lawan bicaranya tentu mengalami kesulitan mengikuti perkuliahan. Memang, materi perkuliahan dibagikan ke mahasiwa dalam bentuk naskah yang bisa dibaca sendiri oleh mahasiswa. Tetapi tentu banyak penjelasan penting dari dosen pada saat penyampaian materi yang tidak ditulis di materi.

 

Aplikasi Transkrip Audio to Text

Manfaat internet bagi mahasiswa tuli seperti Didi tentu banyak sekali. Selain sebagai sumber informasi dan literasi, juga untuk membantunya memahami apa yang disampaikan dosen dikelas. Didi memasang aplikasi Transkrip Instan di ponselnya. Sementara itu ia mengikuti perkuliahan online menggunakan laptop. Aplikasi transkrip ini menerima suara yang keluar dari speaker laptop dan menerjemahkan ke dalam teks yang muncul secara live di ponselnya. Transkrip ini bisa disimpan dalam bentuk file word, sehingga bisa dibaca ulang lagi untuk lebih memahami materi.

Kebutuhan Internet Cepat dan Lancar untuk Perkuliahan

Bisa dibayangkan, ya, bagaimana Didi sangat terbantu dengan aplikasi ini. Nah, supaya input suara yang masuk ke aplikasi benar-benar bagus maka dibutuhkan jaringan internet prima di rumahnya. Internetnya Indonesia kali ini hadir untuk memberi support pada mahasiswa tuli seperti Didi. Telkom Indonesia menyediakan berbagai pilihan paket internet bagi mahasiswa, agar lancar mengikuti perkuliahan.  Di kampus, mereka bisa bebas mengakses wi-fi di lingkungan universitas. Di rumah, mereka bisa memilih layanan internet secepat yang mereka butuhkan. Apakah cukup dengan speed hingga 20 Mbps, 50 Mbps atau sampai 100 Mbps.

Mahasiswa pasti suka hal-hal yang berbau diskon atau promo, kan? Nah, Didi memanfaatkan ini dengan memilih IndiHome Paket 2P Internet. Fasilitas lainnya adalah diskon telepon dan biaya PSB, dan biaya perbulannya sebesar Rp 275.000/ bulan.

Internet saat ini bukan menjadi hal yang asing bagi semua orang. Rasanya hampir setiap kegiatan sehari-hari, ada andil internet untuk dapat berlangsungnya kegiatan tersebut. Manfaat internet bagi mahasiwa tuli seperti Didi makin terasa lagi.

 

Tuli Bukanlah Halangan untuk Mandiri dan Berprestasi

Yes, apa yang kurang dari diri kita bisa memberi peluang untuk fokus pada bidang tertentu. Didi tidak mungkin bisa berprestasi di bidang musik, tetapi peluang terbuka di bidang lain seperti seni lukis atau pantomim. Bicara soal pantomim, Didi cukup sering pentas bersama teman-temannya. Awalnya hanya sebatas pertunjukan seni di lingkungan sekolah, lalu merambah ke kegiatan di luar sekolah. Soal prestasi di kampus, mungkin sulit untuk menyamakan lengkah dengan teman-teman lainnya. Pihak universitas juga tidak membebankan tugas yang sama beratnya dengan mahasiswa normal lainnya. Dispensasi ini bukan membuat Didi manja, tapi justru ia selalu ingin menunjukkan bahwa ia juga bisa seperti teman-teman lainnya.

manfaat internet bagi mahasiswa tuli transkrip

Teman Tuli Mari Peduli dan Makin Berprestasi

Teman Tuli adalah sebutan bagi kita yang bisa mendengar dengan baik. Berinteraksi dengan penyandang tuli yang penuh semangat mengisi perjuangan hidup ini, mestinya kita jadi lebih terpacu untuk lebih berprestasi. Tenang, yang kumaksud berprestasi di sini bukan harus jadi juara lomba, kok. Berprestasi yang kumaksud adalah menjadi insan bertanggung jawab sesuai dengan porsi kita. Sebagai mahasiswa selesaikan tanggung jawab mahasiswa dengan sebaik-baiknya.

Intellifluence Trusted Blogger