Artikel

Denmark Dan Alasan Pentingnya Menanamkan Kejujuran Pada Anak

Setiap anak terlahir membawa fitrah kejujuran, karena anak-anak cendrung menyampaikan apa saja berita yang dilihat dan didengarnya kepada orang dewasa. Faktor orangtua dan lingkungan sangat mempengaruhi sifat kejujuran seorang anak. Misalnya ketika anak mengadukan kesalahan yang diperbuatnya disekolah, maka orangtua cendrung untuk memarahi. Dengan begitu anak memahami bahwa, ketika berbuat jujur maka akan di marahi.
Mari kita belajar dari Negara Denmark. Negara Denmark yang memiliki indeks Kebahagian masyarakat tertinggi di dunia. Menurut sebuah laporan yang di buat oleh jaringan solusi berkelanjutan (SNSD) bahwa Denmark adalah Negara terbahagia di dunia disusul Finlandia dan Newzelend. Kota Denmark terasa bersih dan nyaman hingga di juluki negeri Dongeng. Hal ini tak lain bahwa masyarakat Denmark memegang teguh prinsip kejujuran. Mereka percaya bahwa setiap manusia yang pintar dan di imbangi dengan kejujuran maka, akan bermanfaat orang lain dan seluruh negeri.
Sementara dalam indeks persepsi korupsi, Barometer Globaltransparansi Internasional, yang disusun berdasarkan opini para ahli, bahwa negara Denmark menduduki peringkat Negara paling bersih di dunia dan tingkat korupsi 0 dengan skor 91. Pendidikan di Denmark maupun Finlandia tidak memaksakan anak-anak usia balita harus pintar calistung, namun mereka menekankan pentingnya arti kejujuran. Kejujuran adalah kunci utama kemajuan suatu bangsa.
Orang tua sangat berperan besar dalam menamkan kejujuran pada anak. Anak-anak usia dini lebih cepat menerima rangsangan positif yang datang dari luar, jika anak telah terbiasa untuk bersikap jujur pada diri sendiri, maka akan mempengaruhi sikap dan tindakannya ketika dewasa. Hal pertama yang mesti di lakukan oleh orangtua adalah menghindari reaksi negatif terhadap apa yang disampaikan anak. Tidak memarahi apalagi membentak saat anak mengakui kesalahannya. Bahkan sebaiknya memberi penghargaan atas tindakan jujur yang dilakukannya. Namun yang paling penting dalam menamkan kejujuran adalah membangun keakraban yang hangat dengan anak, usaha menamakan kejujuran, tidak akan berhasil tanpa di imbangi dengan komunikasi hangat bersama anak. Jika anak sudah merasa nyaman berkomunikasi dengan orangtua, tanpa disadari anak akan selalu terbuka dan berbagi cerita apa saja dengan orangtua.
Gambar : Pixabay

Tentang Penulis

Blog ini berisi kumpulan artikel ringan dan bermanfaat dengan pembaca remaja usia 15-25 tahun. Ide-ide sederhana yang ditampilkan bertujuan memberi informasi, dan lebih mewarnai hidup ini. Ingat, ide sederhana bisa membuat sesuatu menjadi kece luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *